UTS Tahsin

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelum sebelumnya yang membahas program tahsin.
Alih2 nanti ada teman2 yang ambil program ini dan mencari tips seputar ujian tulisnya, berikut saya share referensi berdasarkan pengalaman saya pagi ini. Siapa tahu bisa membantu plus memotivasi temen2 yang ingin tau, seperti apa sih materi pelajaran tahsin di maqdis jauharul Iman (hoho,sekalian promosi gini )^^
10 Soal berikut silakan dikerjakan maksimal dalam waktu 90 menit.
– Jelaskan definisi tajwid dan hukum mempelajari ilmu tajwid beserta dalilnya
– sebutkan tujuan belajar ilmu tajwid dan sebutkan kesalahan2 dalam membaca alquran berikut contohnya
– sebutkan hukum membaca basmallah dan taawudz beserta dalilnya
– sebutkan makhroj hurud dha, da, ja, da dan kha
– sebutkan sifat hurud dla dan ra
– apa yang dimaksud dengan mad tamkin dan mad iwadh, berikan juga contohnya
– apa yang dimaksud dengan mad farqi dan mad lazim mukhaffaf harfi, berikan contohnya
– sebutkan hukum mim mati beserta berikan contohnya
– apa yang dimaksud idzhar halqi dan idzhar muthlaq. berikan contoh.
– sebutkan 5 hukum tajwid pada kata-kata bergaris dalam surat al-kautsar berikut
>> Inna a’thainaa (pada huruf a a’tha)
>> Inna a’thainaa (pada huruf Naa)
>> wanhar (pada huruf nun dan ha)
>> inna (pada huruf Nun)
>> al abtar (pada kata al-ab)

silakan jika ada pembaca yg mau berpartisipasi menjawab pertanyaan2 di atas, hehehe ^-^

Advertisements

Belajar Ngaji di Johor Baru

Hari ini seharusnya saya pergi tahsin jam 08.00 di johor baru IV. Namun, berhubung jadwalnya bentrok dengan piket bulanan di kantor, jadilah saya bolos lagi. Ini kali ketiga saya gak masuk tahsin, secara berturut-turut malah. Kali pertama karena menghadiri pernikahan seorang sahabat di Bandung, berikutnya karena bentrok dengan acara family gathering dari tempat kerja. Lumayan jg ikut family gathering kali ini, walau gak dapet momen senengnya main air di waterboom tapi tetep senang krn dapet LCD LG 22′ (sampai sekarang masih bingung mau diapain nich tipi, orang rumah pada gak berminat krn ukurannya yg kurang gede dan di kosan jg gak boleh bawa tipi -sudah disediakan sama ibu kos di ruang utama. Mau dilelang gak ada yang menarik penawarannya, ya sudah ditampung dulu lah tipinya- siapa tahu suatu hari diperlukan atau ada yang mau menukarnya dg barang yg lebih menarik 🙂 ). eh, kok jadi ngobrolin tipi.

Ok, back to main topic. Belajar ngaji di Johor Baru.
Saya baru ikut semester ini, belajar mulai Oktober minggu ke-4. (Minggu ke-3 placement test dan registrasi saja). Awalnya berniat ikut tahfidz, melanjutkan program yang pernah diikuti jaman kuliah dulu di masjid kampus gajah. Apadaya pas placement test dpt penempatannya di Tahsin II (ini pun sebenarnya lumayan, seorang temen kos asal kampus Gajahmada yg cukup bagus bacaannya malah ditempatkan di Pra-Tahsin). Sebelum bahas lebih lanjut, pasti pada penasaran kan placement test nya seperti apa? Nich saya kasi bocorannya :
1. Mengisi biodata (nama, ttl, alamat, tlp, banyaknya hafalan, pernah/tdk belajar tahsin, dsb)
2. Baca surat pilihan yang sudah ditentukan panitia ( waktu itu dpt nya surat Al-Haqqah)
3. Wawancara materi (bagi pendaftar yg mendapat nilai > 7 di tahapan ke-2)

After placement test, panitia mengumumkan kita masuk kelas mana di hari itu juga. Pada hari yang sama juga dibagikan buku baru (ulumul quran, juz amma bertanda khusus, buku muhasabah tilawah dan LTQ) dg total nominal Rp. 53.500,-. Tahukah Anda, biaya bulanannya pun sangat murah bin terjangkau. Hanya Rp.25.000 / bulan. Wow, ajip kan. so pasti orang2 yang sudah bekerja hanya butuh niat dan kemauan yang kuat saja untuk memulai aktivitas ini (semoga tidak hanya dimulai tapi jg istiqomah sampai lulus, Amiiin), karena biaya belajar baca alquran sesuai hak dan hukumnya ternyata lebih murah dari biaya aerobik di sanggar fitness manapun (berlebihan :D).

Levelling
Menulis kata level kok jadi inget Game y. Intinya kita mau bahas tentang tingkatan2 di majelis ini. pembahasannya singkat aja. Disini ada 7 tingkatan dg rincian sebagai berikut :
1. Abatatsa I (belajar iqra) dg kewajiban tilawah 2 halaman/hari.
2. Abatatsa II (belajar iqra tahap advance) dg kewajiban tilawah 3 halaman /hari.
3. Pra Tahsin (pengantar menuju tahsin, mengulang iqra keseluruhan) dg kewajiban tilawah 4 halaman/hari.
4. Tahsin I dg kewajiban tilawah 10halaman/hari
5. Tahsin II dg kewajiban tilawah 15halaman/hari
6. Takhossus (pengantar menuju tahfidz yaitu membahas ayat2 pilihan) dg kewajiban tilawah 20halaman/hari.
7. Tahfidz (menghafal alquran) dengan kewajiban tilawah 20halaman/hari plus tasmi(mengulang hafalan) sebanyak x kali setiap hari (mohon maaf saya lupa nilai x nya)

Levelisasi ini menjadi topik yang menarik utk ditulis, karena based on experience, tahapnnya berbeda dg kegiatan yang pernah diikuti di Bandung. Mungkin kurikulum dan pengelolaan di Jkt disusun demikian untuk menjaga kualitas plus menguji keistiqomah peserta y. (Soalnya di awal saya sempat ngedumel, masa sih untuk menghafal alquran aja kudu ditunda 1 thn nunggu lulus tahsin 2 dan takhossus, itu pun kalo tiap semester langsung lulus. Konon, kebanyakan gak lulus en malah turun kelas, haduhh. tp setelah diendapkan, gak ada salahnya juga masuk Tahsin 2, wong bacaan saya jg memang belum sempurna. Besides masih bisa kok menghafal alquran itu, gak harus di kelas/forum jg bisa di rumah kan :). Yes, u are right Nit :).

Ok deh, readers. Tulisannya dicukupkan sekian dulu.
Mudah2an kesempatan berikutnya bisa menulis lagi disini.

keep move on reading the holy quran y. Jangan lupa baca terjemahnya(sikit2 jg gpp) agar Bacaan qta tak hanya sebatas di tenggorokan tetapi merasuk ke sanubari.

Wassalam, (kok jadi kayak email ada salam nya 🙂 )