Pengurusan Passport Hilang

Jadi ceritanya, hari ini saya berusaha mengurus penggantian passport yang hilang. Maka inilah yang saya lakukan seharian ini :
1. Ke kantor polisi (Sabang) untuk minta Surat Keterangan Kehilangan.
Urusan di kantor polisi ini makan waktu kurang lebih 30menit karena saya ada di antrian ke-2. Antrian pertama adalah seorang pemuda setengah baya yang melaporkan kehilangan ATM-mandirinya. Ok, time is about 11 a.m, buruan k imigrasi..keburu para officer nya istirahat!!
2. Tiba di Imigrasi Kemayoran,waktu menunjukkan pukul 11.30. Dg muka polos, saya langsung menuju meja tengah yg dijaga oleh 2 petugas senior (sepertinya ini bagian Information deh..dan ternyata gak salah,itu adalah bagian customer care). Langsung saja saya tanya mengenai prosedur pembuatan passport anak. Ceritanya mau ngurus dulu passport Baru Nadia aja, biar jalannya ga terlalu berliku. Sayang di sayang, rupanya jam pengambilan tiket antrian dibatasin sampai jam 11.00. Doeng, karena itu akhirnya saya cuma (berhasil) mendapatkan form keimigrasian dan surat pernyataan saja yang dibayar dg harga 22.000 ( form nya 2 biji@15.000 ditambah surat pernyataan 7ribu).
3. Jam masih menunjukkan pukul 11.45 (duh,sayang banget jauh2 ksini cuma dapet form) ketika saya putuskan untuk urus passport saya yang hilang aja. Kemudian iseng2 saya tanya sama bapak sebelah tentang prosedurnya (keliatannya si bapak sebelah ini adalah Calo diliat dari gaya bicara dan penampilannya), dia ngasi clue agar saya langsung ke lt.4 ke bagian pencekalan. Hmm..karena nama unitnya cukup janggal,akhirnya saya putuskan konfirmasi dl ke bagian customer care. Lalu disana saya diarahkan ke lt.4 untuk bertemu Pak Febry di bagian Wad***** (lupa namanya, nanti setelah kesana lagi saya edit tulisannya deh).
4. Saya ke lt.4, bertemu seorang petugas bernama Henry. Sepertiya dia ini pegawai junior karena tidak cukup lengkap dalam memberi penjelasan. Lalu, berkas saya diperiksanya dan ternyata tidak lengkap yaitu.. tidak ada fotocopy passport lama. (duh,aneh banget sih prosedur imigrasi ini, masa untuk urus barang hilang mesti ada fotocopy nya), akhirnya saya dirujuk (kayak dokter aja nih bahasanya) pak Henry untuk bertemu pak Arif di bagian Kasir dengan harapan Pak Arif bisa bantu mem-print-kan data passport lama saya yang hilang.
5. Sayang disayang, rupanya passport saya tergolong passport lama yang datanya tidak ada di pak Arif. Bahasanya pak Arif sih gini “ini passport dilihat dari nomornya harus di-ceknya di Arsip bawah Neng’. Duh, “Arsip bawah” itu maksudnya apa ya.. bingung saya,tp ya sudah, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.00 dan waktunya officer istirahat, saya terima jawabannya pak Arif dan segera kasitau hasilnya ke pak Henry. Lalu,pak Henry merujuk saya ke Pak Febry untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
6. Pak Febry mempersilakan saya duduk dan memeriksa berkas saya. Lalu terjadilah percakapan ini :
F : O, itb..o telkom.. hmm.. dl di Bandung ya passportnya.. kok bisa bikin di Bandung?
me : waktu itu bikinnya pas masih kuliah (eh..pas baru lulus kuliah sebenarnya,tp udah terlanjur bilang gitu ya udah deh..di skip)
F: ada fotocopy passport lama?
me : gak ada
F : hmm.. jd gini, untuk BAP ini, saya perlu data passport lama nya masih berlaku atau ngga. Klo berlaku, sampai kapan masa berlakunya.
Dan datanya harus valid.
me : datanya bukannnya online ya pak? gak bisa diakses?
F : hmm…terus terang saya cuma bisa buka data di Jakpus saja, data Jakbar pun saya gak bisa buka apalagi data Bandung. Gini aja, Neng hubungin sodara di Bandung agar dia ke imigrasi Bandung bagian arsip untuk minta fotocopy data Neng. Lalu datanya nanti kasi ke saya.
me : (masih penasaran kenapa harus seribet itu prosesnya..tp lagi malas nego,akhirnya saya ngalah dan bilang) baiklah klo bgitu. Ke Bagian arsip aja ya?
F : iya
me : apa saja yg harus dibawa ke bagian arsip tsb?
F : cukup nama dan no.passport saja
me : gak perlu berkas apa2?
F : gak perlu
me : Ok klo gitu, terima kasih untuk penjelasannya pak. Saya usahakan dl fotocopy-an nya.
me : ok, nanti kesini lagi klo berkasnya dah lengkap ya
me : ok

lalu saya berpamitan dan bergegas meninggalkan kantor imigrasi kembali ke tempat kerja.

Saat ini, saya sedang minta bantuan sepupu untuk urus copy-an passport tsb ke imigrasi Bandung. Mudah2an jalannya dimudahkan dan saya bisa urus passport pengganti ini dg tanpa bantuan “calo”.

Doakan saya ya..

Anita

Hari Administrasi Sedunia

Tadinya, hari ini akan saya nobatkan sebagai judul di atas. Tetapi berhubung urusan administrasi tidak semulus yang diharapkan, maka hari ini saya namai hari Rabu (biasa) saja.