Jelang Nadia 10 Bulan

Alhamdulillah.. gak berasa, 8hari lagi Nadia genap berusia 10bulan.. belum setahun,tp rasanya dah besar aja lihat Nadia skrg..
makannya udah hampir porsi orang dewasa, walaupun tekstur dan olahannya masih untuk bayi di bawah 1 tahun, tp dia sangat doyan makan.. pun ketika habis makan dan lihat ayah-bunda nya di meja makan, mulutnya akan ikut kecap-kecip (apa ya istilahnya… untuk aktivitas menggerakan bibir dan gigi seolah sedang makan sesuatu) seolah dia ingin turut menikmati makanan yang disantap orang tuanya..

Mumpung lagi sampai kantor agak pagi, yuk kita simak dulu perkembangan Nadia beberapa bulan terakhir.. sekalian utk rekam jejak barangkali nanti log ini diperlukan pas menilai tumbuh-kembang adiknya Nadia..

#6bulan
Pertama kali kena ISPA (versi saya, kalo versi dokter sih : asma biasa) ketika Nadia flu berat beberapa hari sebelum genap 6 bulan. Awalnya Nadia flu skitar 1-2 hari. Tiba-tiba suatu malam, kami merasa nafasnya begitu berat dan ‘capek’ sehingga kami memutuskan untuk bawa Nadia ke RS langganannya. Tiba skitar pkl. 22.00 WIB, dokter umum yg jaga di UGD mereferensikan Nadia dibawa ke “RSIA Harapan Kita” agar mendapat ruang rawat yg lebih ideal. Menurutnya, Nadia harus di rawat di ICU-Bayi. (haaa..ICU? segawat itu kah?kami kira Nadia hanya perlu di-nebu agar nafasnya lebih lega. Ok, kami segera ikuti saran bu dokter UGD agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sesampainya di UGD Harkit, Nadia diperiksa oleh DSA jaga dan langsung diambil sample darah serta rontgen. Selang 30menit, Ayahnya diminta tandatangan untuk persetujuan rawat inap. Sempat maju-mundur juga karena kami tadinya berharap bisa membawa Nadia rawat jalan. Tetapi dengan pertimbangan untuk pengawasan yg lebih intensif, akhirnya kami setuju untuk merawat Nadia di RS. Selesai masalah administrasi, Nadia di”kondisikan” untuk pemasangan infus. Scene yg satu ini membuat saya ragu dg keputusan sebelumnya, karena Nadia nangis keras gak mau dipasangin infus dan petugas kesehatan yg berjaga pun tampak kesulitan memasangkan infusnya. (klo gak salah, BB nadia saat itu 9,240 Kg, cukup gemuk shingga para-suster kesusahan mencari pembuluh darah Nadia).. selang 1jam, akhirnya infus berhasil terpasang dan Nadia diantar ke kamar perawatan (alhmadulillah, ternyata bukan ICU bayi).

Di R.S, Nadia dapat teman baru.. teman sekamar yang sama-sama menderita Asma dan berusia skitar 4tahun. (duh,kok dah lupa namanya ya..). Teman sekamar Nadia ini orang Sunda juga.. Bundanya berasal dari Ciamis dan ayahnya dari Banten.. Temannya Nadia ini terlihat sayang sama Nadia, bgitu juga dengan keluarganya.. mungkin berkat doa dari semua dan dukungan pihak RS yg cukup bagus (termasuk teman sekamarnya), proses kesembuhan Nadia berlangsung cukup baik. 3Malam 2hari di R.S, akhirnya Nadia dibolehkan rawat jalan. Alhamdulilllah..

Sesampainya di Rumah, Nadia langsung main sama Teh Ayi dan Teh Ela. Gak keliatan habis sakit, dia langsung ceria dan beraktifitas seperti bayi sehat. Hanya saja, ada yang ganjil.. saya temukan ada ruam di sekitar pantatnya yang klihatan makin banyak selepas dari R.S. Tadinya, kami kira ruam tersebut akibat tak cocok pakai diapers sekali pakai selama di R.S. Tetapi setelah kembali pakai Clodi (cloth diapers), ruamnya tak kunjung hilang.

Setelah 4hari dirawat di rumah dan saluran nafasnya tampak pulih, tiba-tiba dia kena demam cukup tinggi yaitu 39.6 derajat celcius.
Alhamdulillah demamnya hanya sehari..lalu kemudian muncul bercak-bercak merah di bagian punggung dan bawah telinganya, menjalar ke bagian tengkuk-leher dan area lainnya. Bercak merah tersebut kelihatannya sangat gatal bikin Nadia gak bisa menahan diri untuk menggaruk. Sambil baca ini itu dan diskusi dengan kerabat, akhirnya kami simpulkan bahwa Nadia kemungkinan terkena Campak atau Campak Jerman. Saat itu, kami memutuskan untuk merawat Nadia di rumah karena fase kritisnya kami pikir sudah lewat (pas demam itu).. dan Alhamdulillah..skitar 5 harian, bercak-bercak nya kemudian menghilang.

Lepas 2 minggu dari kejadian tersebut yaitu setelah benar-benar pulih dari ISPA dan Campak Jermannya, Nadia dibawa ke DSA langganannya untuk konsultasi sekaligus bahas imunisasinya yang terlambat dilakkukan di usia 6 bulan.. Sang DSA memahami kemudian memberikan imunisasi susulan. Menurut DSA nya, penyakit Nadia yg bercak-bercak merah itu kemungkinan memmang campak Jerman. Klo “campak lokal” (istilah ngarang), biasanya berlangsung lebih lama dan lebih akut. Jadi, DSA nya menyarankan agar Nadia tetap diimunisasi campak di usia 9bulan. Eh, sampai skarang..Nadia belum sempat aja dibawa imunisasi campak..alasan bundanya sih.. “belum sempat” dan “karena udah dapet imunitas alami pas sakit campak Jerman”..tapi mungkin someday mo diimunisasi deh klo ada niat yg kuat..

Sekarang di Usia nya menjelang 10bulan, alhamdulillah Nadia dalam keadaan sehat walafiat. Juga memiliki pola makan yang teratur dan perkembangan yang wajar.

Kemampuan verbalnya memang masih terbatas, baru bisa bilang “Yah (ayah), nda (bunda), mbak, dedek (maksudnya dirinya), abah, brrrr, yayayayaya, mamam, mama, nenen dan abwa”. Tapi gak masalah, wajar untuk bayi seumurannya.

Ekspresi lain yang sudah dia mengerti adalah “dadah ketika melepas ayah-bunda pergi kerja “(tp mood2an sih, kadang dadah dan seringnya cemberut aja), “tepuk tengan ketika menyelesaikan permainan susun-menara nya dan mendengar ada yang bernyanyi” serta “tos” dan “salaman business man” ketika kita menstimulasinya dg gaya yg sama.

Kemampuan motorik Nadia bisa dibilang cukup bagus. Ia sudah bisa jalan sendiri walaupun di jarak 2-3 meter saja. Dan sekarang kalo pagi sudah gak naik stroller lagi ketika keliling komplek, tetapi memakai sepatu pink dan jalan kaki seperti Rulif, teman mainnya yang berusia 1 tahun 20 bulan.

Malam hari ketika Ayah-Bundanya tiba di rumah, Nadia biasanya masih bangun atau ketika hampir tertidur pun,ia akan segera bangun seketika mendengar deru motor ayahnya yang parkir di beranda rumah. Dan sekitar 60-90 menit sebelum tidur, Nadia akan senang jika diajak main petak umpet atau kejar-kejaran dulu sama ayah-bundanya hingga ia tampak lelah dan mengantuk..

sudah lama Nadiaa gak dibacakan buku cerita. Buku-buku nya sudah habis dibacakan dan “lecek” dioprek sama tangan mungilnya. Mungkin saatnya Bunda membiasakan kembali baca buku sebelum tidur agar ia senang dengan aktivitas membaca..

Oya, sebelum ditutup.. gigi Nadia alhamdulilah sudah tumbuh 4 di atas dan 2 di bawah. Juga Nadia dah mulai belajar sikat gigi tanpa pasta gigi setiap mandi pagi..meskipun masih gaya-gayaan aja, belum benar-benar disikat seperti halnya gigi orang dewasa.

Baiklah, sekian dulu updatenya. Semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca!

Salam!

Advertisements