Menangislah..

Mohon maaf..

terutama untuk diriku sendiri..

ya Allah, kuatkan dan istiqomahkanlah hamba Mu yang lemah ini…

Bersama orang yang dikagumi

Bersama orang yang dikagumi membuat waktu tak terasa berlalu….

Itulah hal yang kita rasakan ketika berjamaah. Kita bersama-sama dengan orang-orang yang hebat, yang sering(bahkan hampir selalu) memprioritaskan satu sama lain sehingga persaudaraan itu terasa real dan waktu pun tidak terasa berlalu bersama dengan amalan-amalan yang bermanfaat….

tulisan ini terinspirasi sebuah rapat yang diadakan di suatu tempat kemarin Kamis.

Sebutlah pak puguh, orang yang memimpin pertemuan tersebut. Beliau seorang yang sangat kharismatik, terlihat cerdas, tegas, profesional dan juga santun. Beliau kliatannya sudah cukup makan asam garam dalam kehidupan, mungkin usianya sekitar 57tahun tetapi sikap bijaknya terpancar jelas dari raut mukanya yang menghadirkankan keteduhan. Seharian itu sebenarnya saya tidak berperan aktif dalam rapat tersebut. Hanya mendengarkan dan menyimak..(biasanya dengan skenario seperti ini saya akan mudah sekali terkantuk dan keluar sejenak untuk menghilangkan rasa kantuk). Tapi itulah kekaguman, mungkin karena disana ada orang yang kita kagumi, tak terasa waktu yang dihabiskan pun mengantarkan kami menjelang pukul 17.00 (Tenggo Time 🙂 )

Di akhir pertemuan, pak puguh mempersilakan kami semua kembali ke tempat. Dan pada kesempatan tsb beliau juga mengucapkan terima kasih kepada saya yang sudah seharian mengikuti rapat tsb.Sambil tersenyum malu saya pun menjawab “terima kasih juga pak, sudah diundang banyak belajar disini”…

Menuliskan aktivitas ini tiba-tiba mengantarkan saya pada sebuah memori… kenangan dimana kami bahu membahu dan saling menopang untuk meraih cita dan cintaNya. Masa dimana saya masih bisa menikmati waktu bersama orang-orang yang saya kagumi…Ada beragam karakter, kelebihan, dan kekurangan yang mereka miliki, tapi entah darimana selalu muncul rasa kagum thd apa yang saya temukan pada diri mereka. Sehingga tak lelah raga ini menemani dan membersamainya..

Sepintas tiba-tiba saya teringat dengan nasihat sang Ayah ttg konsep memilih pasangan (hehe). Sangat simpel tapi dalem hingga saya masih mengingatnya  “pilihlah seseorang yang kamu kagumi, karena ia akan menjadi panutan yang harus selalu kau dengar, dan agar tak lelah kamu menemani nya (baca:bersamanya..)”

-be continue-