Menuju Berlima

Alhamdulillah ala kulli hal

Kemarin saya iseng-iseng beli test-pack, rupanya sudah strip dua dan kami pun bersiap menyambut buah hati yang ketiga. Persiapan pertama tentunya dengan berdoá, semoga sang janin sehat selalu dan kelak lahir menjadi anak shaleh qurrota áyun pelengkap kebahagiaan keluarga. Abang-Kakaknya sudah gak sabar menunggu, padahal usia kehamilan belum diperiksa, bisa jadi baru 2-3 minggu saja. Ayahnya? terkesima. Seperti kehamilan-kehamilan sebelumnya,si Ayah suka berekspresi tak percaya begitu diperlihatkan hasil positif. Neneknya, uwa-uwanya seneng bukan kepalang, akan hadir cucu ke-8 dan ke-19 untuk keluarga besar kami.

Baiklah, karena bunda sedang mengandung maka :

  • Load pekerjaan dikurangi, dibawa santai semua KPI (ups)
  • Makanan harus lebih dijaga, pastikan bawa bekal cemilan homemade dan minum vitamin secara teratur.
  • Olahraga Yoga dikurangi, back to berenang hingga trimester kedua.
  • Kontrol rutin ke tenaga kesehatan untuk memeriksa kesehatan janin dan bunda
  • Tidur lebih teratur supaya lebih sehat dan bahagia.
  • Kegiatan Spiritual ditingkatkan
  • Take all easy and keep calm (penting banget untuk kontrol emosi sewaktu mengandung kan 😀 )
  • Detoks digital dengan me-non-aktifkan akun facebook (ini sih sudah dilakukan bbrp hari sebelumnya)

So, karena masih euforia berbadan dua, seharian ini Bunda browsing tips-tips kehamilan dan jadi ingat ketika kehamilan pertama dulu, Ayah langsung beli buku pintar kehamilan (yang mana saat ini bukunya sudah diwariskan ke seseorang) dan kita baca bareng-bareng. Setengah gak percaya karena baru beberapa minggu menikah rupanya tokcer langsung berbadan dua, kami siapkan juga mental untuk menjadi orang tua. Mau gimana lagi, dikasi anugerah kehidupan baru senang bukan kepalang tentunya, tetapi semua tentu ada ilmunya yang perlu dipelajari dan disiapkan.

Lalu, di sela-sela browsing tersebut, muncul salah satu video nasihat Ustadz ASA tentang fadilah membaca surat yusuf dan surat maryam ketika sedang mengandung. Dahulu semasa almarhum Bapak masih ada, beliau pun menasihatkan hal yang sama. Dan ketika saya baca-baca kembali terjemah AlQuran, subhnallah, isi dari surat Maryam ternyata begitu Indah, mengisahkan perjalanan berat Maryam mengandung dan melahirkan, juga mengisahkan mukjizat nabi Isa ketika membela kesucian ibunya semasa masih bayi. Juga diceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Musa dan Nabi Harun yang seluruhnya memiliki keimanan yang jujur serta menjadi manusia-manusia pilihan pada masanya. Surat Maryam ini benar-benar mengisahkan keindahan dan perjuangan para keluarga nabi. Maka rasanya membaca surat Maryam ini akan memunculkan optimisme dan harapan akan lahirnya generasi yang lebih baik, serta rasa syukur yang melimpah atas anugerah kehadiran seorang buah hati dalam sebuah keluarga.

Back to Euforia, abang-kakak langsung cari ide nama untuk calon adiknya nanti. Ada nama yg serius dan ada jg nama yang entah darimana mereka dapat idenya. Setelah diskusi panjang lebar akhirnya sampai pada satu kesimpulan. Kalau cowok, maunya dikasi nama Faris, atau sesuatu yang mengandung kata Algie (ini saking deketnya abang sama temen mainnya yg namanya Algie). Kalau cewek maunya dikasi nama Fiona biar panggilannya Fio, sama kayak temen kakak di sekolah (Owalah, ini sih sama kayak nama anaknya teman bunda). Well, Ayah Bunda aja belum terpikir mau kasi nama apa, abang-kakaknya udah ngeduluin aja..

So, di kehamilan ketiga ini mari lebih semangat berpola makan sehat dan menjaga asupan nutrisi (jasmani, ruhani maupun akal) agar lancar kehamilannya serta  sang janin lahir dalam keadaan sehat, sempurna tidak kekurangan suatu apapun.

Advertisements

Mulai berenang lagi..

Awal mula pindah ke kota ini, saya mencarikan anak-anak tempat les renang untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menjaga mereka tetap bugar. Tidak seperti di kota sebelumnya, tempat les renang disini sangat banyak dan beragam, dari mulai les privat yang dikelola mandiri oleh penjaga kolam renang hingga les beregu yang di-manage oleh para atlit muda klub renang yang terdiri dari pengajar laki-laki dan wanita. Nah, karena ada pengajar wanita, maka saya pun tertarik untuk mendaftar dan ikut belajar lagi, melanjutkan pelajaran yang tertunda sejak 20 tahun lalu.

Kurang lebih sebulan kami cukup konsisten belajar, hingga datang bulan ramadhan dan les berenang diliburkan. Saking asyiknya liburan, sampai 2 tahun kami belum pernah datang lagi. Ada saja alasan dan hambatan untuk berangkat les, hingga akhirnya kami pun lebih banyak berenang di kolam dekat rumah yang tidak ada pengajarnya.

Kolam dekat rumah ini awalnya sangat kondusif, karena khusus dibuka untuk muslimah pada hari jumat-minggu. Sehingga saya mendaftar menjadi member bersama dengan anak-anak. Namun sejak 3 bulan terakhir,ada perubahan protokol sehingga berenang khusus muslimah ditiadakan di hari minggu, kecuali jika Anda memesan lebih dari 20 Orang. Walhasil, kami tetap berenang disini, karena kolamnya relatif lebih sepi dibanding kolam renang lainnya dan jaraknya pun tak sampai 1 KM dari kediaman.

Terakhir berenang, saya berencana meningkatkan durasi berenang saya, dari yang tadinya 30menit menjadi 1 jam, walhasil pada hari itu saya berenang lebih lama lagi dan saya baru sadar bahwa saya sudah bisa berenang lebih dari 500 meter (tanpa diselingi ngobrol dan makan), dan mengambil napas panjang sekitar 10 meter. Pulang ke rumah badan lebih segar dan metabolisme tubuh membaik. Hanya saja, minggu berikutnya saya absen renang karena sedang ada halangan.

Saat ini sudah 2 minggu saya tidak berenang, Badan terasa sangat berat dan lamban. Saya rindu berenang. Semoga besok atau lusa ada yang mau menemani saya berenang.

 

Short Trip to KL

Dalam edisi kali ini, saya berkesempatan main ke KL selama kurang lebih 36 jam.

Kunjungan yang sangat singkat ini di-sponsori oleh pak Haikal, yang mana adalah suami saya dan sedang kesulitan untuk pulang kampung karena passportnya sedang proses perpanjangan di negeri Jiran.

So, the first of all pastinya, tempat mana yang enak untuk dikunjungi dalam waktu se-singkat itu?

ada banyak pilihan, dan karena satu lain hal, kami memutuskan untuk berkunjung ke Menara KL. Pilihan standard. Tak ada yang istimewa selain karena lokasinya yang dekat dengan tempat kami bermalam, bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Kurang lebih 15 menit jalan santai dari Flora by Crossroad Hotel, kami sudah sampai tujuan. Di tempat ini, kami tidak naik ke menara, melainkan meneruskan perjalanan berkeliling hutan kota. Suasana hutannya terasa sangat alami, ada suara beragam serangga diantara pepohonan tropis di sepanjang hutan. Bagi yang suka wisata alam, berkunjung kemari adalah pilihan tepat!

Selepas menikmati kesegaran hutan, kami melanjutkan perjalanan dengan mengintip chocolate shop di dekat pintu masuk menara KL. Ada beberapa jenis coklat yg unik dan hanya tersedia di gerai tersebut. Salah satunya coklat berisi buah strawberry kering yang saya beli untuk cinderamata.

Selepas puas berkeliling hutan, kami beristirahat sejenak dan melanjutkan keliling kota untuk mencari kain. Yap, kain. Karena kali ini anak-anak gak ikut trip, maka agendanya bisa lebih banyak window shopping hingga pergilah kami ke pusat belanja kain yang cukup terkenal yaitu Jekal Mall. Di mall ini ada banyak sekali jenis kain yang dijual, dan harganya sangat fleksible tergantung sepandai atau secerdik apa Anda bernegosiasi. Terus terang ada banyak kain yang menarik, tapi selera saya untuk belanja sedang turun sehingga kami berencana tidak membeli sehelai kain pun di mall tersebut, hanya cuci mata. Tetapi menjelang keluar pintu, ada banyak sekali kerudung yang cantik dan sangat khas yang bisa dijadikan cinderamata untuk orang di rumah, sehingga masuklah 2 helai kerudung ke dalam bagasi!

Selepas membeli kain, kami pergi pacaran, menonton sinema layar lebar di area dekat kantor suami. Film yang ditonton kali ini tidak akan kami bahas, karena isi film-nya sangat jauh diluar dari bayangan.

Lepas menonton, kami makan malam di dekat tempat menginap, menu India yang sangat khas dan mengenyangkan! sambil chit-chat ngobrol tentang masa depan, bertanyalah si istri kepada suaminya

I : Nanti klo sudah bosan cari duit, Ayah mau cari apa?

S : Cari bunda

I : …… senyum dg pipi merona.

Lalu ke-esokan harinya, saya pulang diantar suami, dengan antrian imigrasi yang cukup melelahkan tetapi menyenangkan karena dalam waktu singkat rupanya banyak hal bisa dilakukan.

halan2

 

Menghemat Budget Seluler

Yes. Bulan ini berhasil menghemat pengeluaran seluler sebesar 60%. Anda pasti sudah tahu bagaimana strateginya. Jika belum, mari lanjutkan membaca tulisan singkat ini.

Pertama adalah.. berhenti langganan data (internet) dan hanya mengakses internet di WIFI Zone (Hotspot).

Well, karena di rumah sudah berlangganan internet dan di kantor juga ada WIFI dimana-mana, jadi saya hanya kehilangan akses online ketika sedang berada di luar rumah(dan kantor) or sedang di perjalanan. Its a weird for the first, tapi akhirnya dapat dilalui juga.

Kedua, strategi yang dipasang oleh banyak orang sibuk dan ‘kere’ yaitu hanya menerima panggilan telepon dan bilapun terpaksa Anda harus menelepon, maka berpura-puralah sinyalnya jelek dan minta ulang lawan bicara untuk menelepon Anda 10 menit lagi. (it is very tricky dan gak keren buat diceritain)

Ketiga, to make sure u are not lonely when you’re alone.. downloadlah bahan bacaaan atau media hiburan yang biasa kamu akses ketika kamu ada di area WIFI. Jadi, misalnya ketika menunggu antrian masuk krl di stasiun, kamu masih bisa memanfaatkan waktu luangmu dengan hal-hal yang ‘sedikit menghibur’. Dan pada saat itu, kamu tidak perlu menyesal telah berhenti langganan data.

Keempat, pasang simcard Anda pada Hape Jadul. Jadi, jika cukup budget, sebaiknnya Anda bedakan hape sesuai dengan fungsinya. Pilih hape jadul untuk bertelepon dan bersms ria, dan gunakan ponsel pintar untuk berselancar di dunia internet. Pastikan, ponsel pintar Anda tidak dipasang simcard sehingga akses internet tidak akan menghabiskan pulsa Anda dan Anda hanya bisa mengakses internet di Area WIFI only. Keuntungan lain dari strategi ini adalah, Anda akan lebih accessible dihubungi via telepon karena hape jadul tidak melakukan komunikasi data sehingga baterenya lebih awet.

And in the end, saya harap teman-teman saya yang bekerja di operator seluler tidak membaca tulisan ini agar mereka tidak bersedih hati karena telah kehilangan salah seorang pelanggan data nya (lebay detected).

Melihat senja sore hari

Long time no write on this blog. Begitu juga sudah lama saya tidak pulang ke rumah di kala senja. Tapi untuk beberapa hari ini (semenjak habis cuti panjang 45 hari tepatnya), alhamdulillah sudah bisa merasakan kembali, melihat senja di sore hari. Sibuk ga sibuk, yang penting saya harus sudah kembali ke rumah tidak lebih dari pukul 17.30 wib agar tidak terlalu larut sampai ke rumah dan bisa bermain sejenak sebelum mengantarkan anak anak terlelap. Bagaimana jika pekerjaan masih banyak? Pekerjaan akan selalu ada, tidak ada habisnya. Yang utama adalah management prioritas, jangan sampai ada pekerjaan penting yang sesuai jobdesc kita terabaikan atau tidak terdelegasi. Time management is a skill but communication is the key. Kalau kata suami, hape harus selalu bisa dihubungi agar tidak terjadi miskom dan mengecewakan siapapun yang mencari kita. Tetapi jika berkaitan dg pekerjaan, dont let anyone can contact you anytime. Bisa bisa gak ada matinya. Ada kalanya hape harus dinonaktifkan atau panggilan dialihkan selama waktu beristirahat. Beristirahat memerlukan waktu, begitu pula bekerja. So, dont let your time is managed by your work. Vice versa, manage your time so you can enjoy your job!