Menghemat Budget Seluler

Yes. Bulan ini berhasil menghemat pengeluaran seluler sebesar 60%. Anda pasti sudah tahu bagaimana strateginya. Jika belum, mari lanjutkan membaca tulisan singkat ini.

Pertama adalah.. berhenti langganan data (internet) dan hanya mengakses internet di WIFI Zone (Hotspot).

Well, karena di rumah sudah berlangganan internet dan di kantor juga ada WIFI dimana-mana, jadi saya hanya kehilangan akses online ketika sedang berada di luar rumah(dan kantor) or sedang di perjalanan. Its a weird for the first, tapi akhirnya dapat dilalui juga.

Kedua, strategi yang dipasang oleh banyak orang sibuk dan ‘kere’ yaitu hanya menerima panggilan telepon dan bilapun terpaksa Anda harus menelepon, maka berpura-puralah sinyalnya jelek dan minta ulang lawan bicara untuk menelepon Anda 10 menit lagi. (it is very tricky dan gak keren buat diceritain)

Ketiga, to make sure u are not lonely when you’re alone.. downloadlah bahan bacaaan atau media hiburan yang biasa kamu akses ketika kamu ada di area WIFI. Jadi, misalnya ketika menunggu antrian masuk krl di stasiun, kamu masih bisa memanfaatkan waktu luangmu dengan hal-hal yang ‘sedikit menghibur’. Dan pada saat itu, kamu tidak perlu menyesal telah berhenti langganan data.

Keempat, pasang simcard Anda pada Hape Jadul. Jadi, jika cukup budget, sebaiknnya Anda bedakan hape sesuai dengan fungsinya. Pilih hape jadul untuk bertelepon dan bersms ria, dan gunakan ponsel pintar untuk berselancar di dunia internet. Pastikan, ponsel pintar Anda tidak dipasang simcard sehingga akses internet tidak akan menghabiskan pulsa Anda dan Anda hanya bisa mengakses internet di Area WIFI only. Keuntungan lain dari strategi ini adalah, Anda akan lebih accessible dihubungi via telepon karena hape jadul tidak melakukan komunikasi data sehingga baterenya lebih awet.

And in the end, saya harap teman-teman saya yang bekerja di operator seluler tidak membaca tulisan ini agar mereka tidak bersedih hati karena telah kehilangan salah seorang pelanggan data nya (lebay detected).

Melihat senja sore hari

Long time no write on this blog. Begitu juga sudah lama saya tidak pulang ke rumah di kala senja. Tapi untuk beberapa hari ini (semenjak habis cuti panjang 45 hari tepatnya), alhamdulillah sudah bisa merasakan kembali, melihat senja di sore hari. Sibuk ga sibuk, yang penting saya harus sudah kembali ke rumah tidak lebih dari pukul 17.30 wib agar tidak terlalu larut sampai ke rumah dan bisa bermain sejenak sebelum mengantarkan anak anak terlelap. Bagaimana jika pekerjaan masih banyak? Pekerjaan akan selalu ada, tidak ada habisnya. Yang utama adalah management prioritas, jangan sampai ada pekerjaan penting yang sesuai jobdesc kita terabaikan atau tidak terdelegasi. Time management is a skill but communication is the key. Kalau kata suami, hape harus selalu bisa dihubungi agar tidak terjadi miskom dan mengecewakan siapapun yang mencari kita. Tetapi jika berkaitan dg pekerjaan, dont let anyone can contact you anytime. Bisa bisa gak ada matinya. Ada kalanya hape harus dinonaktifkan atau panggilan dialihkan selama waktu beristirahat. Beristirahat memerlukan waktu, begitu pula bekerja. So, dont let your time is managed by your work. Vice versa, manage your time so you can enjoy your job!

Belajar Iqra

tadi malam Nadia belajar Iqra utk isi kegiatan
Bunda : Ba A
Nadia : A Ba A Ba
Bunda : ?
mengulang .. Ba A
Nadia : A Ba A Ba
Bunda : A A A
Nadia : A A A
selesai 1 halaman, Nadia mau lanjut halaman 2..
Bunda : Ba Ta A
Nadia : Ba Ta A

Akhirnya setelah 1,5 Halaman,dia bosan dan minta main gunting-gunting.
Begitulah dunia anak-anak..
bukan belajar baca nya yang jadi keypoint..tetapi mengenalkan kebiasaan baik semenjak usia dini itu adalah kewajiban kita sebagai orang tua.. and thankfully, kegiatan itu menyenangkan🙂

 

Thank You, Allah.. #an-asking

Ya Allah, sesungguhnya kami mengharapkan cintaMu

dan mengharapkan cinta orang-orang yang mencintaiMu..

 

Aiki’s wedding

Lama sekali gak posting tentang keluarga besar.

Dalam postingan sebelumnya, lupa tahun berapa, saya pernah menulis kisah tentang kakak ke-3 saya yang aktivis pada zaman kuliahnya dulu. Nama panggilannya Aiki. Nah.. beberapa hari lagi, kakak ke-3 saya ini akan melangsungkan pernikahan. Syukur walhamdulillah. Congrats A’a, semoga diberi kemudahan membina keluarga samarada dan segera dikarunia keturunan agar Nadia+Wafid nambah temannya.

Sebelum lanjut, nih saya kasi liat dulu  picturenya aiki.. bang al, a iki, nit

Gak apa-apa ya ikut nampang, soalnya gak punya foto beliau lagi sendirian, apalagi foto beliau ukuran 4×6 dengan porsi wajah 80% (emangnya saya petugas kedutaan nyimpan foto sedetail itu :P)

Lanjut tentang aiki.. cerita punya cerita..akhirnya beliau bersedia menggenapkan dien itu karena sudah bertemu dengan calon istri yang memenuhi kriteria beliau selama ini. Pengen tau apa kriteria nya :

– nyantri, bisa baca kitab kuning (untung saya udah jadi adiknya,jadi gak masalah gak memenuhi kriteria ini)

– dekat dengan alqur’an, minimal tahfidz 15 juz (subhanallah.. saya jg belum ini mah..masih jauh)

– menerima aa apa adanya

– bersedia mendampingi aa ngurus pesantren di masa mendatang

wahtuh, mantap kan? gak sia-sia deh penantian aa selama ini.. karena calon teteh ipar luar biasa kompetensi nya hingga calon adik iparnya pun ikutan nge-fans dan gak sabar nunggu hari-H nya..

so, ibrah dari cerita kali ini adalah.. tak ada penantian yang sia-sia dan semua akan indah pada waktunya! (standard banget kalimatnya, tapi begitulah)

 

~be continue in next edition (1 Juni 2013 by Enit a.ka Bunda)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.